Hari ini saya ingin pulang cepat dari biasanya dan memeluk anak pertama saya, Azkia, 3,8 tahun. Ada sebuah posting menarik diweb internal kantor. Isinya terasa “menampar” saya. Bercerita tentang seorang anak yang harus kehilangan tangan karena menggores cat mobil ayahnya. Tidak tahu siapa penulis asli cerita ini, saya hanya ingin katakan “terima kasih, anda sudah mengingatkan saya”.
Saya pernah memarahi si kecil saat kuku-kukunya membuat goresan dipermukaan cat mobil. Mulai dari pintu kanan sampai pintu kiri. Goresan dicat mobil mungkin mudah kita hilangkan, tapi tidak dengan goresan dihati si kecil. Akan ada efek psikologis dalam diri si kecil yang akan tertanam dalam dirinya dan lebih sulit kita menghilangkannya.
Well berikut ceritanya, semoga bermanfaat;
Utk Kita yang mengaku sebagai orang tua mari kita merenung untuk pelajaran ini
Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.




