Jumat, 18 Maret 2011

Note # 1 : Lakukan yang tertulis, Tulis yang dilakukan



Malam itu, 2 Maret 2011, salah satu affirmasi saya terbukti terjadi.., dulu saat masih menjabat BM Pekanbaru saya punya satu keinginan yang ingin saya wujudkan; yaitu perjalanan malam dari Pekanbaru menuju Palembang dengan mengendarai Lancer Evolution X dan ditemani alunan -spirit of the world dari Bryan Miller. Ternyata affirmasi itu menjadi kenyataan, terjadi di Kalimantan Timur perjalanan malam Samarinda Balikpapan. Walaupun Lancer Evolution X berubah menjadi Avanza serta bukan property pribadi, namun intinya tercapai.
Pelajaran pertama yang kita peroleh adalah affirmasi, keinginan yang kita yakini dengan sepenuh hati insyaallah akan terjadi. Oleh karena itu hati-hati dengan pikiran kita. Pelajaran kedua,patuhi “rambu-rambu” yang ada. Perjalanan malam Samarinda Balikpapan menuntut konsentrasi yang tinggi, khususnya yang belum hafal pola jalanannya. Karakter jalan yang berkelok-kelok, sempit, berbukit, jurang dibeberapa titik, melintasi hutan lindung dan gelap gulita karena lebih didominasi oleh daerah kosong tanpa penduduk. 

Dengan kondisi jalanan seperti itulah ditambah kecepatan sampai dengan 100 km/jam, kita baru benar-benar merasakan pentingnya rambu-rambu laluintas, mulai dari rambu tikungan ke kiri/kanan, tanjakan/turunan sampai dengan marka jalan. Jika ingin aman dalam perjalanan maka ikuti petunjuk itu dan tak kalah penting adalah kendalikan emosi. Pikiran “nakal” kita terkadang menganggap aturan-aturan membuat susah, repot dan lain sebagainya. Tapi yakinlah aturan itu dibuat untuk kebaikan kita.
Berbicara tentang aturan, perusahaan kita mempunyai sederet aturan yang telah disusun untuk menjaga ritme lembaga kita tetap pada track-nya. Kita mengenal berbagai SOP, SOL, PT, dll. Mulai dari keuangan sampai operasional dan program. Selain sebagai bukti bahwa kita menganut manajemen modern, kesemua regulasi dibuat untuk “menjaga” perusahaan kita. Jangan pernah berfikir bahwa sebuah regulasi dibuat untuk dilanggar, mari buang jauh-jauh pola fikir seperti itu.
Sejarah telah membuktikan bahwa pelanggaran terhadap aturan/ prosedur telah membawa bencana bagi banyak orang, mulai dari terbakar kemudian tenggelamnya KM Tampomas akibat tidak berfungsi alat pemadam kebakaran diatas kapal. ternyata alat pemadam tidak diferifikasi ulang sesuai aturan. Minimal satu tahun sekali perlatan kebakaran harus diperiksa ulang untuk memastikan tetap berfungsi.
Bencana lingkungan terbaru sebagai akibat kebocoran minyak Deepwater Horizon  yang terjadi di Teluk Meksiko pada akhir Mei atau awal Juni 2010 dan merupakan tumpahan minyak terbesar di lepas pantai dalam sejarah AS, disebutkan sebagai bentuk keteledoran. Tim penyelidik  menemukan kurangnya disiplin manajemen.
Kita akui memang akan muncul sebuah kondisi yang tidak sesuai dengan track regulasi. Namun bukan berarti harus kita langgar, komunikasikan kepada yang berwenang.
Pertengahan tahun ini perusahaan kita menargetkan sertifikat ISO, dan itu harus kita dukung. Kita sederhanakan ISO = Lakukan yang Tertulis, Tulis yang dilakukan. Contoh.., regulasi keuangan kita jelas. Setiap pemasukan dan pengeluaran harus dicatat pada BKH, pengajuan dan penyaluran harus mengisi form. Maka lakukanlah itu. Jika kebijakan HCM menyatakan seragam senin kemeja putih, dasi orange dan celana gelap, maka lakukanlah. Mudah bukan..?
Komitment bersama dibutuhkan untuk membawa perusahaan kita naik kelas menjadi world class. Mari saling mengingatkan, tidak harus menunggu BM, bahkan officer dan staff wajib menegur BM jika BM melanggar regulasi. So mari kita nikmati regulasi
Sukses untuk kawan-kawan semua.

Balikpapan, 18/3/2011

0 komentar:

Posting Komentar