Ga ada ide buat nulis, tapi tetap maksa, harus nulis. Mumpung lagi tumben pulang kantor jam 5 yang biasanya pulang jam 8 malam. Oke deh sambil ditemani Sundial Dreams bu Kevin Kern mari kita bicara tentang hujan.
Sore ini Kota Bandung semakin sejuk, sejak pukul 4 hujan mulai membasahi kota Bandung yang mulai panas. Kemarau kali ini memang luar biasa, bandung saja panas apa lagi Jakarta. Bersyukur deh bisa mutasi lagi ke Bandung.
Dalam tiap ruang, hujan punya makna. Dalam ruang Islam, hujan adalah rahmat dan berkah bagi umat-Nya. Hujan juga menjadi salah satu waktu doa akan diijabah oleh Allah swt. Dalam ruang pelajaran IPA SD, hujan adalah proses siklus, dimana terjadi penguapan air laut oleh panas matahari, selanjutnya berubah menjadi awan dan menjadi titik-titik air yang jatuh kebumi dan hujanlan bumi. Dalam ruang seseorang yang sedang putus cinta, hujan adalah saat paling tepat untuk mengingat cerita dengan si dia, rasanya mirip rujak bebek kali ya, ada sakit hati, ada sedih, ada nyesel, terbang deh pokonya hayalan. Tapi kasihan, “disebrang sana” si dia sudah ga ingat sama sekali.
Saya suka dengan hujan, hujan sering mengingatkan saya tentang masa lalu, aroma khas saat hujan menyentuh tanah kering seolah membawa ke masa kecil ke sebuah desa di wilayah kabupaten Bojonegoro yang selalu kesulitan air bersih, hingga saat kemarau datang, kering kerontanglah tanah. Rasanya baru kemarin menyium aroma itu, namun ternyata sudah berlalu 20 tahun yang lalu.
Hujan juga bermakna religius bagi saya, hujan adalah saat yang tepat bagi saya untuk berdoa, dikabulkan doa saya. Hujan berati sebuah rahmat. Hujan adalah tanda kehidupan. Hujan merubah warna coklat menjadi hijau.
Akhirnya, dari ruang mana pun ada melihat hujan, hujan itu tetap air.

0 komentar:
Posting Komentar